Translate to English
Sebuah Kekuatan Cetak Email
Januari 2012
Ditulis oleh admin   
bersatuDari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah”. (H.R. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah)
 
Imam Ahmad meriwayatkan hadits di atas dalam kitab Musnadnya, dan Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya pada bab At Tawakkal wa al-yaqin  (Ketawakkalan dan keyakinan). Sedang Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya pada bab Fi al-amri bi al-quwwati wa tarki al-ajzi wa al-isti'ânati billahi wa tafwiedhi al-maqdir lillahi (Perintah kuat dan meninggalkan kelemahan, memohon pertolongan kepada Allah dan menyerah- kan keputusan hanya kepada Allah). Jadi menurut pemahaman Imam Muslim, dalam hadits ini sekurang-kurangnya mengandung tiga hal penting yang harus dikaji. Yaitu pentingnya kekuatan, keharusan memohon pertolongan Allah, dan ridha terhadap taqdir-Nya.  

Allah Ta'alaa lebih mencintai kekuatan daripada kelemahan. Meskipun pada kelemahan itu ada juga terkandung kebaikan jika dihadapi dengan tabah, sabar dan ridha. Sebagaimana dalam kekuatan juga mengandung keburukan jika dijadikan alasan berlaku angkuh dan sombong. Kekuatan memberi banyak peluang bagi berbuat kebaikan apa yang tidak disediakan dalam kelemahan. Karena sebagian besar dari kebaikan itu harus dikerjakan dengan bantuan kekuatan yang memadai. Seorang mukmin yang kuat akan lebih banyak dapat berbuat kebaikan dibanding dengan mukmin yang lemah dalam banyak hal. Sayyid Muhammad Nuh, dalam bukunya Taujihat Nabawiyah 'Ala ath Thariq,  menginventarisir di antara beberapa keistimewaan kekuatan dibanding kelemahan bagi seorang mukmin :

Pertama, dengan kekuatan yang dimiliki seorang mukmin dapat melakukan amar makruf nahy munkar melalui tangan, lisan dan hati secara sempurna dan efektif. Sedang mukmin yang lemah hanya dapat mencegah kemunkar- an dengan hatinya, atau paling tinggi dengan lisannya saja. Sebab jika seorang mukmin yang lemah mencegah kemungkaran dengan tangan atau lidahnya, bisa jadi malah menimbulkan kemunkaran lain yang lebih buruk akibatnya daripada ke- mungkaran yang dicegahnya itu.

Kedua, dalam syariat Islam ada perintah berjihad yang menuntut pengorbanan harta dan jiwa raga. Maka orang-orang mukmin yang kuat ekonominya, kuat fisik jasmaninya, dan kuat juga posisi-kedudukannya, akan lebih besar memberi konstribusi kepada penegakkan agama Islam dibanding dengan mukmin manapun yang diliputi kelemahan. Ketidak-berdayaan kaum mukminin mencegah berbagai invasi kemungkaran kaum kuffar dan kaum jahiliyah dalam segala aspek kehidupan dewasa ini salah satu penyebab utamanya adalah karena mayoritas ummat masih tenggelam dalam kubang kelemahan.

Ketiga, seorang mukmin yang kuat akan lebih memungkinkan tabah dalam menghadapi cobaan hidup dan penderitaan di jalan perjuangan. Bagaimanapun tidak disukainya cobaan penderitaan, namun itu adalah konsekwensi perjuangan di dalam menegakkan kebenar- an ilahi. Apakah cobaan yang datang dari penyakit, bencana alam, keluarga, maupun cobaan yang ditimpakan musuh-musuh kebenaran.

Keempat, kekuatan merupakan modal utama bagi menegakkan pengabdian kepada Allah. Shalat, pusa, zakat hajji, dan ibadah-ibadah lainnya semua menuntut kekuatan dalam pelaksanaan nya. Orang-orang yang lemah akan mengalami kesulitan sekalipun hanya untuk berdiri shalat atau berlapar-lapar puasa. Apalagi untuk menunaikan zakat dan berangkat haji ke tanah suci. Mereka tidak dapat menunai- kan ibadah secara sempurna, bahkan yang ada dan ringan sekalipun malah diberi rukhsah syar'iyah, kemudahan dan dispensasi hukum syariat. Berdiri shalat diganti dengan duduk, wudhu dirubah jadi tayamum, puasa diganti dengan fidyah. Bahkan zakat dan haji menjadi gugur karena ketidak-mampuannya.  

Membangun Kekuatan  Mental

Karena demikian pentingnya arti kekuatan dalam menegakkan kebenaran maka suatu keniscayaan bagi kaum mukmin untuk membangun kekuatan dirinya. Baik itu kekuatan individual maupun kekuatan komunalnya, baik kekuatan mental-spiritual maupun kekuatan fisik-materilnya. Namun sebelum membangun kekuatan komunal itu, mesti diawali dengan membangun kekuatan individual. Dan kekuatan individu mukmin secara fisik-jasmani dewasa ini sangat meyakinkan tidak akan tertinggal dengan umat yang lain. Maka masalah nya justru berada pada kekuatan ma'nawiyah-ruhaniyah atau kekuatan mental-spiritual. Untuk itu, setiap mukmin wajib terlebih dahulu membangun kekuatan ma'nawiyah-ruhaniyah nya melalui beberapa cara seperti :

Pertama, menanamkan keikhlasan di dalam hati. Ikhlas adalah kekuatan spiritual yang amat penting bagi seorang mukmin. Sebab dengan keikhlasan seorang mukmin dapat mengoptimalkan potensi  kekuatan lainnya yang terdapat di dalam dirinya ketika menunaikan setiap tugas dan kewajiban hidup; baik kepada Tuhannya maupun kepada sesamanya. Karena itulah syetanpun tidak akan sanggup menyesatkan pribadi-pribadi mukmin yang ikhlas.  

Kedua, menyingkirkan semua perasaan malas dan lemah. Banyak kesempatan emas yang kita miliki terlewatkan dengan sia-sia bukan karena kita tidak punya kekuatan untuk mengambil manfaat daripada nya, tetapi dikarenakan oleh perasaan lemah dan kemalas- an mental kita. Banyak hal positif yang dapat kita perbuat dengan kekuatan yang kita miliki namun semuanya urung kita lakukan hanya karena malas atau perasaan lemah.

Pantas jika Rasulullah saw sangat membenci sifat malas dan lemah kemauan ini. Salah satu do'a beliau yang sering diulang-ulang adalah agar dilindungi dari sifat malas dan lemah. "Ya Allah, aku berlidung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan…".

Ketiga, antusias dalam mencari segala kemanfaatan dan menyadari mahalnya kesempatan. Sekiranya manusia menyadari betapa sempitnya waktu yang dimiliki didunia dan betapa banyak nya tugas kewajiban yang harus dikerjakan dan diper tanggung-jawabkan di hadapan Allah kelak, maka tidak akan ada orang yang membiarkan dirinya tenggelam dalam kemalasan.

Kemudian dia tidak akan membiarkan dirinya terbenam dalam kelemahan seorang diri, melainkan akan bergabung dengan orang lain untuk membangun kekuatan ber- sama-sama. Wallahu A’lam bishshowab.-

 Jeje Zainuddin, M.Ag

 

Add comment


Security code
Refresh

Pelanggan Buletin Da'wah
Nama Jumlah

Bpk.Hasanudin-Tgrg 75 Eks
Toko Bandung Jaya 50 Eks
PT. Sulindafin 100 Eks
DKM Nashir Mubarok 100 Eks
Pusdiklat Depdiknas 100 Eks
An Nur Ciputat 100 Eks
Baitul Quddus Tgrg 50 Eks
Baiturrahman Ciputat 50 Eks
SMP Batik Solo 75 Eks
Al Ikhlash Surabaya 100 Eks
H.M. Slamet Riau 50 Eks
Baiturrahman Jambi 100 Eks
Al Hidayah Lampung 100 Eks
PT. Coca-cola Ungaran 120 Eks
Kampus USU Medan 60 Eks
PT. Toyota Motor 100 Eks
TB. Bina Karya Gorontalo 100 Eks
PT. Pupuk Sriwijaya 50 Eks
Hanamasa Surabaya 100 Eks
Jamu Gujati 59 Solo 50 Eks
CV. Warga Tani 50 Eks
Tin Agustin Sukabumi 50 Eks
Al Amin Jonggol 50 Eks
IGBS Darul Marhamah 60 Eks
TB. Bina Karya Gorontalo 100 Eks
Masjid Ar Royan Bogor 75 Eks
Masjid Al Muhajirin Riau 50 Eks
Masjid Nurul Iman Riau 50 Eks
Bpk. Hadi Prabowo Banjarnegara 50 Eks
Masjid At Taqwa Ciamis 50 Eks
Masjid Safinatullah Sumbar 100 Eks
PT. Buma Apparel Industri 50 Eks
Abdul Aziz Bekasi 60 Eks
Masjid Al Huda Lampung 50 Eks
Bpk. Fauzi Ahmad Tuban 30 Eks
Bpk. Anwar Syarifuddin 50 Eks
Masjid Al Hilal Surabaya 100 Eks
Ma'had Baitul Hikmah Sukoharjo 50 Eks
Zakaria Anshori Solo 100 Eks
H. Hasan Masri 50 Eks
Syafrol Makmur Banten 50 Eks
YMGM Pusat Lampung 375 Eks
Masjid Jami' Padang Luar 100 Eks
Masjid Al Munir Cilacap 100 Eks
Indofood Tower Jakarta 100 Eks
Yayasan Triguna 100 Eks
Asril Rahim - Pondok Indah 200 Eks
Gandaria City 100 Eks
Masjid ulumul Bahr 200 Eks
Ibu Suyudi 200 Eks
qrcode

Dewan Dakwah DKI Jakarta